Apa itu pengisian aseptik, sterilisasi kering, dan sterilisasi basah?
Dalam teknologi pengisian aseptik, sterilisasi kering dan basah adalah dua metode utama untuk mensterilkan bahan kemasan (seperti botol), dan keduanya berbeda secara signifikan dalam prinsip, efisiensi, biaya, dan dampak lingkungan.
Sterilisasi Kering
Sterilisasi kering adalah teknologi ramah lingkungan yang tidak memerlukan pembilasan dengan disinfektan cair. Prinsip intinya adalah penggunaan gas hidrogen peroksida (VHP) atau gas steril lainnya untuk mendisinfeksi wadah.
Prinsip: Gas hidrogen peroksida (kadang-kadang diaktifkan untuk menghasilkan radikal bebas) disemprotkan atau ditiupkan ke permukaan bagian dalam dan luar botol cetakan atau botol kosong untuk membunuh mikroorganisme. Setelah sterilisasi, hidrogen peroksida terurai menjadi air dan oksigen, sehingga tidak perlu dibilas lagi.
Keuntungan:
Efisiensi tinggi dan hemat energi: Waktu pemrosesan satu botol hanya 3-5 detik, yang jauh lebih efisien daripada sterilisasi basah; tidak diperlukan persiapan air steril, sehingga menghemat banyak sumber daya air dan konsumsi energi uap.
Ramah lingkungan dan aman: Nol konsumsi air, tidak ada residu kimia (jumlah residu kurang dari 0,1 ppm), sesuai dengan tren produksi rendah karbon, dan menghindari risiko produk sampingan seperti bromat.
Penerapan yang luas: Sangat cocok untuk botol dengan bentuk tidak beraturan, kemasan kelas atas, dan lini produksi pengisian dingin aseptik, seperti lini minuman berkarbonasi aseptik dari perusahaan seperti Genki Forest dan Wahaha.
Teknologi yang diwakili: Lini sterilisasi kering aseptik preform PHP Dailong, teknologi sterilisasi sungkup isolasi gas H₂O₂ Krones.
Kekurangan:
Investasi awal peralatan lebih tinggi (sekitar 2-3 juta RMB), tetapi biaya tersebut biasanya dapat dipulihkan dalam waktu 2-3 tahun melalui penghematan biaya operasional.
Aman dan efisien, hemat energi dan mengurangi emisi: Teknologi pengisian aseptik sterilisasi kering kimia preform generasi baru dari Dailong.
Sterilisasi Basah
Sterilisasi basah adalah metode tradisional dan banyak digunakan untuk mendisinfeksi bahan kemasan, yang mengandalkan disinfektan kimia cair.
Prinsip: Larutan disinfektan seperti asam perasetat dan hidrogen peroksida digunakan untuk menyemprot atau merendam botol kosong untuk disinfeksi, kemudian dibilas dengan sejumlah besar air steril untuk menghilangkan residu kimia. 1
Keuntungan:
Biaya lebih rendah: Investasi peralatan awal lebih rendah (sekitar 500.000-800.000 RMB), teknologi yang sudah matang, dan pengoperasian yang sederhana.
Penerapan: Cocok untuk botol bundar standar (seperti botol air mineral biasa) dan kebutuhan kapasitas rendah dari instalasi pengolahan air skala kecil.
Kekurangan:
Konsumsi energi tinggi dan polusi tinggi: Konsumsi air dapat mencapai 4,2 ton per 10.000 botol, biaya perawatan tahunan tinggi, dan menghasilkan sejumlah besar air limbah dan gas buang, yang tidak sesuai dengan tren produksi hijau.
Risiko residu: Jika pembilasan tidak menyeluruh, residu disinfektan (seperti hidrogen peroksida) dapat memengaruhi keamanan produk; batas standar nasional adalah 0,5 ppm.
Status aplikasi saat ini: Masih menjadi yang utama di industri, tetapi secara bertahap digantikan oleh teknologi sterilisasi kering, terutama di daerah dengan tekanan lingkungan yang tinggi.
Perbandingan Ringkasan
| Dimensi Perbandingan | Sterilisasi Kering | Sterilisasi Basah |
| Media Sterilisasi | Hidrogen peroksida gas, gas steril | Disinfektan cair (seperti asam perasetat) |
| Perlu dibilas | TIDAK | Ya (membutuhkan banyak air steril) |
| Efisiensi | Tinggi (3-5 detik/botol) | Rendah (sekitar 16 detik/botol) |
| Investasi Awal | Tinggi (2-3 juta RMB) | Rendah (500.000-800.000 RMB) |
| Biaya Operasional | Rendah (tidak ada konsumsi air, biaya perawatan rendah) | Tinggi (konsumsi air, listrik, dan uap yang tinggi) |
| Keramahan Lingkungan | Sangat baik (nol emisi, tanpa residu) | Buruk (konsumsi air tinggi, polusi tinggi) |
| Skenario yang Berlaku | Air minum kemasan premium, pengisian dingin aseptik, minuman berkarbonasi, botol berbentuk tidak beraturan. | Air mineral biasa, instalasi pengolahan air skala kecil, jalur produksi berkapasitas rendah |
Singkatnya, sterilisasi kering mewakili tren teknologi pengisian aseptik menuju efisiensi tinggi, hemat energi, dan perlindungan lingkungan, terutama cocok untuk perusahaan dan merek menengah dan besar yang mengejar pembangunan berkelanjutan; sementara sterilisasi basah masih diperlukan dalam beberapa skenario karena biayanya yang rendah.

